MAKKAH - “Butir-butir Merah Putih mulai memadati
Masjidil Haram, agar jajaran Haram menginformasikan segala kegiatan
butir-butir Merah Putih, ganti,” demikian kalimat yang keluar dari bibir
mungil Ipda Vivi Novianti melalui alat komunikasi kepada rekan-rekannya
yang bertugas mengawal para jamaah di Sektorsus Masjidil Haram.
Butir-butir Merah Putih yang dimaksud anggota Paminal Mabes Polri itu
adalah jamaah haji asal Indonesia yang mulai memadati Masjidil Haram
sejak Kamis 18 Agustus 2016. Bersama Sertu Yanti, anggota POM TNI AU;
serta 13 anggota TNI-Polri lainnya, Ipda Vivi bahu-membahu melaksanakan
tugas melindungi para jamaah di Masjidil Haram, terutama mencegah agar
tidak salah arah pulang dan memastikannya menyelesaikan rangkaian
ibadah. Lalu jika menemui jamaah yang belum menyelesaikan umrah wajib,
mereka akan mendampingi untuk menyempurnakan ibadahnya.
“Alhamdulillah, saya bisa bertugas di sini. Ini pengalaman
pertama saya. Saya sangat terharu ketika melihat ada jamaah tersesat dan
kita bisa mengantarkan jamaah sampai ketemu rombongannya. Itu
pengalaman yang luar biasa sekali, terharu,” kisah Vivi saat berbagi
pengalaman dengan Tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah.
Tiga hari sejak kedatangan jamaah haji Indonesia di Makkah al
Mukarramah, Ipda Vivi dan Sertu Yani mendapat giliran berjaga malam di
Pos Pintu Marwah. Sektor khusus beranggotakan 23 personel yang terdiri
dari anggota TNI-Polri, tenaga musiman, driver, dan tenaga kesehatan. Mereka dibagi dalam dua shift kerja
(12 jam) dan ditempatkan di lima pos. Selain pos kantor seksus, ada
empat pos di Masjidil Haram, yaitu Pos King Abdullah, Pos Zamzam Tower,
Pos Hajar Aswad, dan Pos Marwah.
Meski jamaah Indonesia yang sudah di Makkah baru sekira 10 ribuan,
namun kasus jamaah tersesat jalan cukup banyak. Menurut Vivi, hal yang
harus dilakukannya adalah mengarahkan mereka ke terminal asal
kedatangannya.
“Kita mengarahkan mereka dari mana mereka awal datang ke Masjidil
Haram. Dari situ, kita tunjukan terminal kedatangan mereka. Jadi kita
menunjukan ke arah terminal saat mereka datang ke Masjidil Haram,”
ujarnya.
Ditanya soal pengalaman paling berkesan, Vivi berkisah tentang
pertemuannya dengan jamaah yang benar-benar buta dengan kondisi Masjidil
Haram. Dia tertinggal dari rombongannya. Kondisinya semakin kompleks
karena jamaah tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia, hanya bahasa
daerah.
Bahkan, dia juga tidak tahu tata cara ibadah. Saat ditanya, sang
jamaah tersebut mengatakan belum menyelesaikan tahapan ibadah umrahnya.
“Di situ, kita harus membimbing agar dia bisa melaksanakan ibadah
umrahnya dengan sempurna,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.
Kisah berbeda dialami Sertu Yanti. Saat itu dia bertemu beberapa
jamaah haji Indonesia yang terpisah dan tertinggal dari rombongan.
Mereka semua dalam keadaan lapar karena belum makan. Bingung dengan
lingkungan barunya, mereka juga belum melaksanakan rangkaian ibadah
umrahnya.
“(Karena mereka lapar) Kita antar ke sini (kantor sektor khusus)
untuk diberikan makan terlebih dahulu. Setelah itu, baru diantar ke
tempat tawaf dan sai untuk melaksanakan umrahnya. Lalu dipertemukan
kembali dengan rombongannya,” urainya dengan mata yang juga berkaca.
Baik Ipda Vivi maupun Sertu Yanti mengatakan sempat meneteskan air
mata dalam rasa harunya. Bagi mereka, bisa membantu jamaah yang
benar-benar kesulitan karena tersesat jalan dan tertinggal dari
rombongannya, lalu bisa mempertemukan meraka kembali merupakan hal luar
biasa.
“Bapak yang saya antar itu merasa terbantu sekali dengan keberadaan
kita di Masjidil Haram, dan itu merupakan hal yang luar biasa buat
saya,” tuturnya sedikit tercekat oleh linang mata yang coba ditahannya.
Kesulitan dalam bertugas selalu ada, tapi baik Ipda Vivi dan Sertu
Yanti menjadikannya sebagai tantangan yang harus diselesaikan. Meski
demikian, keduanya berharap jamaah haji Indonesia bisa segera
beradaptasi dan mengenali lingkungan Masjidil Haram sehingga bisa
beribadah dengan baik.
Untuk jamaah yang baru datang dan akan menjalani umrah wajib, Ipda
Vivi dan Sertu Yanti berpesan agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir
karena "dua bidadari" ini bersama petugas haji lainnya siap memberikan
perlindungan dan bimbingan.[] Sumber: okezone.com